Berbisnis Harus Sesuai Passion

Kamis, 23 April 20150 komentar

Salah satu permasalahan utama yang kerap merintangi para pebisnis pemula adalah mudah bosan. Kerap kali kawula muda bergonta-ganti bisnis karena tidak kunjung melihat profit yang nyata atau sekadar mengikuti tren semata.

Menghadapi kondisi tersebut, CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono pun memberikan sejumlah wejangan. Menurut Hendy, setiap pengusaha harus fokus atas bidang bisnis yang mereka tekuni.

"Kita harus fokus. Jangan dari bisnis makanan pindah ke batu bara atau lainnya. Seperti saya, sudah 10 tahun terakhir saya fokus pada bisnis makanan. Meski merambah bidang bisnis baru, tapi masih tetap pada bidang yang sama, yaitu makanan," ujar Hendy, di @america, Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2013). Dia menegaskan, kunci yang harus diingat adalah bidang bisnis yang digeluti merupakan dunia yang memang diminati alias sesuai passion. Sebab, ketika berkonsenterasi pada bidang yang menjadi passion orang tersebut, maka pengetahuan tentang hal tersebut cukup melimpah.

"Yang penting sesuai passion. Mengerti di mana skill dan pengetahuan saya. Passion saya memang makanan jadi bisnis yang saya tekuni memang seputar makanan. Saya pernah mencoba bisnis di luar itu dan terbukti gagal karena pengetahuan saya tentang dunia itu nol dan harus belajar dari awal," ungkapnya.

Sementara itu, CEO GOLD Store Sanjay Bhojwani menyatakan, dalam memulai sebuah usaha, para entrepreneur muda harus mampu mengesampingkan gengsi dan belajar mandiri. Sebab, sikap tersebut akan berguna saat terjun ke dunia nyata.

"Pekerjaan pertama saya adalah penjual es krim di toko milik ayah saya saat masih sekolah. Itu benar-benar pengalaman pertama saya terjun ke dunia kerja. Saya merasa shock dan tentu saja malu jika ada teman-teman yang melihat," tutur Sanjay.

Namun, dia mengaku pengalaman tersebut merupakan kesempatan berharga yang menjadi bekal saat membuka bisnisnya sendiri. Sebagai seorang anak manja, Sanjay merasa pengalaman tersebut justru berguna untuk melatih mentalnya.

"Saya sempat masuk militer dan bersyukur karena pengalaman tersebut membentuk saya menjadi lebih disiplin dan mandiri. Saya pun memberanikan diri membuka usaha tekstil di Pasar Baru, Jakarta. Walaupun harus bersusah payah, selama kita tetap pada pendirian (fokus) dan berpikir positif, usaha yang berasal dari iseng-iseng pun bisa jadi long term," tandasnya.
(mrg)

Sumber : http://news.okezone.com/
Share this article :
 
Support : Creating Website | RFB Solo
Copyright © 2013. RFB SOLO - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by RFB Solo
Proudly powered by Blogger